Pesan Terakhir Darinya
“Hai manusia, dengarkanlah kata-kataku (Nabi Muhammad SAW) karena sesungguhnya aku tidak tahu, barangkali aku takkan bisa bertemu denganmu lagi sesudah tahun ini di tempat ini untuk selama-lamanya.
Hai manusia, sesungguhnya darahmu dan hartamu adalah haram atas kamu sekalian, sampai kamu menemui Rabbmu, sebagaimana haramnya harimu ini dan sebagaimana haramnya bulanmu ini. Sesungguhnya, kalian akan menemui Rabbmu, lalu Dia akan menanyakan kepadamu tentang amal-amalmu.
Sesungguhnya, aku telah menyampaikan kepadamu. Maka barang siapa yang diserahi satu amanat, hendaklah dia menunaikannya kepada orang yang memberinya amanat.
Sesungguhnya, segala bentuk riba dihapuskan. Akan tetapi kamu boleh mengambil modal hartamu. Kamu tidak boleh menganiaya dan tidak dianiaya. Allah telah memutuskan bahwa tidak ada riba lagi. Sesungguhnya, riba Abbas bin Abdul Muththalib dihapuskan semuanya.
Sesungguhnya, setiap darah (pembunuhan) di zaman Jahiliyah juga dihapuskan. Sesungguhnya, darah kalian yang pertama-tama aku hapuskan ialah darah Ibnu Rabi’ah bin Harits bin Abdul Muthalib. Dia dulu disusukan di kalangan Bani Laits, lalu dibunuh oleh Hudzail. Darahnya adalah yang pertama-tama aku mulai hapuskan di antara darah-darah lainnya di zaman Jahiliyah.
Adapun sesudah itu, hai manusia, sesungguhnya setan sudah tidak punya harapan lagi untuk disembah di negerimu ini untuk selama-lamanya. Tetapi kalau masih ada yang mematuhi dia dalam hal-hal selain itu, dia pun suka, yakni mengenai perbuatan-perbuatan yang kamu anggap remeh. Karena itu, waspadalah kamu terhadapnya mengenai agamamu.
Hai manusia, sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu menambah kekafiran. Dengan mengundur-undurkan itu, orang-orang kafir menyesatkan manusia. Mereka menghalalkan pada suatu tahun dan menghalalkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah. Dengan demikian, berarti menghalalkan apa yang diharamkan Allah, dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah. Padahal, sesungguhnya zaman ini telah berputar sebagaimana keadaannya pada saat Allah menciptakan langit dan bumi. Dan sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah itu dua belas bulan, diantaranya ada empat bulan berturut-turut yang haram, ditambah Rajab Mudhar yang terletak antara Jumada dan Sya’ban.
Adapun sesudah itu, hai manusia, sesungguhnya kamu sekalian memiliki hak atas istri-istri kamu dan mereka pun punya hak atas kamu. Hak-hak kamu atas mereka ialah, jangan sekali-kali ada seorang pun yang tidak kamu sukai tidur di tempat tidurmu. Dan jangan hendaknya mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Jika mereka melakukan, sesungguhnya Allah telah mengizinkan kamu menjauhi mereka di tempat tidur dan memukul mereka dengan pukulan yang tidak menyusahkan. Tapi jika mereka berhenti, mereka berhak memperoleh rezeki dan pakaian mereka secara baik-baik. Dan bersikap baiklah kamu terhadap wanita karena sesungguhnya mereka adalah para pembantu disisimu, yang tidak memiliki apa-apa bagi dirinya, padahal sebenarnya kemu telah mengambil mereka hanya dengan amanat Allah dan kamu telah menganggap halal farji mereka dengan kalimat-kalimat Allah. Krena itu, pahamilah kata-kataku, hai manusia, karena sesungguhnya aku telah benar-benar menyampaikan.
Aku juga benar-benar telah meninggalkan padamu sesuatu yang jika kamu pegang teguh, kamu takkan sesat selama-lamanya, yaitu perkara yang jelas, Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya.
Hai manusia, dengarlah kata-kataku dan pahamilah. Kalian pasti sudah tahu bahwa setiap muslim adalah saudara muslim yang lain, dan bahwa kaum muslimin adalah bersaudara. Maka dari itu,tidaklah halal bagi seseorang kecuali apa yang telah diberikan kepadanya oleh orang lain itu dengan kerelaan hatinya. Maka, janganlah kamu menganiaya sesama dirimu. Ya Allah, bukankah telah aku sampaikan?”

