MY LIGHT GLOW IN THE DARK

Catatan hidup yang sempat tersimpan

Kepala Keluarga Yang Baru

Ditulis oleh rachmadani di/pada 17 Mei 2009

Dengan mengucap bismillahirrahmanirahiim…..

Diawali dengan sebuah panggilan untuk menyempurnakan ibadah dalam rangka meninggikan nama-Mu Ya Allah, saudaraku telah mengambil keputusan. Saudara yang sempat memutuskan untuk memimpin perjuangan ini, dengan mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Keluarga Mahasiswa Muslim Sipil (Kepala KMMS). Mereka adalah Djaya dan Arif.

Setelah melalui masa-masa yang cukup berat untuk meyakinkan diri sebagai imam dakwah di bumi sipil, mereka terus menjalani tahapan-tahapan yang sudah dipersiapkan oleh panitia pemilihan. Mulai dari mengisi data pribadi, mengumpulkan tanda tangan, hingga hearing. Dengan segala pertimbangan oleh orang yang lebih berhak dan lebih berkemampuan untuk memutuskan, maka pada hari Sabtu (160509) pukul 17.30, diputuskanlah bahwa :

Djaya sebagai Kepala keluarga muslim Sipil periode 2009/2010

Semoga segala keberkahan Allah turun kepada tiap individu yang mensyukuri nikmatnya…

Ditulis dalam Kampus ITB | Leave a Comment »

Pemimpin Bukanlah Posisi

Ditulis oleh rachmadani di/pada 1 April 2009

“Saya adalah pemimpin, karena saya adalah ketua proyek ini, ketua kelompok itu, dan koordinator disana”

Ini adalah sebuah jawaban yang benar. Namun jawaban di atas, sangat terbatas untuk ketua dan koordinator. Bagaimana mungkin setiap insan menjadi ketua? Inilah hal yang paling menarik mengenai kehidupan manusia. Manusia diciptakan untuk beribadah dan menjadi pemimpin, apakah tiap manusia berarti harus memimpin seperti definisi diatas? Karena kita adalah makhluk yang telah diberikan pendengaran, penglihatan dan hati, kita harus bisa memberikan alasan yang benar. Bila ditinjau dari tujuan, kita akan melihat bahwa pemimpin tidak hanya memberikan perintah berupa arahan teknis dan tuntutan kepada orang lain. Namun juga memberikan sebuah “jiwa” dalam menjalankan organisasi.

Kita sadari bahwa tiap manusia berkumpul, pasti memiliki tujuan yang sama. Oleh karena itu, saat dua orang atau lebih berkumpul, harus ada pemimpin. Jadi, apakah itu pemimpin? Pemimpin adalah pemikiran yang dapat mengarahkan sebuah kelompok untuk mencapai visi bersama dan yang dapat mencabut rasa egois dalam diri, hal tersebut adalah paradigma.

Pemimpin sebagai posisi, dalam jangka waktu yang cukup lama akan membentuk pola pikir kita menjadi, ’saya adalah posisi saya’. Pola pikir ini akan menjadi sesuatu yang berbahaya di dalam kehidupan kita sehari-hari. Sebagai contoh yang paling berbahaya, kita akan menjabarkan dan melakukan sendiri apa yang kita rencanakan. Mungkin memang tujuan kita tercapai, namun hal itu sama sekali tidak membawa manfaat bagi orang lain, kita hanya memikirkan kepuasan pribadi. Ketika kita bicara masalah public, maka hal terpenting yang harus kita ketahui adalah management.


Menurut saya, management tidak memiliki arti yang pasti. Jika kita mengatakan bahwa management adalah kemampuan yang diberikan pada organisasi
ataupun seni mengendalikan orang lain, semuanya tidak dapat menjelaslan management secara menyeluruh. Namun, saya meyakini bahwa management yang baik memiliki tanda-tanda dan kriterianya sendiri. Saya menangkap tanda-tanda management yang baik, diantaranya adalah :

1. Management yang baik, memikirkan sesuatu dengan proses yang logis dan sistematis. Bukan dengan bermimpi dan tidur. Namun management selalu mempertimbangkan apa yang kita usahakan, dan pengaruhnya kepada tujuan kita. Management yang baik selalu menuntut untuk memikirkan langkah kecil yang logis, namun dapat mengubah sesuatu secara sistematis yang artinya tidak mengubah menjadi sesuatu hal yang janggal, namun mengubah menjadi sistem yang ‘enak’ untuk dijalankan.

2. Management yang baik, memiliki tujuan yang dapat disampaikan dengan sangat jelas. Bukan berarti kita takut untuk bermimpi di luar batas normal -dalam artian yang baik tentunya-. namun tahapan-tahapan yang ingin dibangun, harus dijelaskan dengan rinci. Sehingga kita bisa melihat efektifitas kerja kita, dan dapat memperbaiki sistem jika diperlukan.

3. Management yang baik, dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Kita tidak membahas bahwa ‘tidak mencari sumber daya alam baru’, namun managment menuntut kita untuk melakukan yang terbaik yang pernah kita bayangkan dengan SDA yang ada. Bukan menyalahkan kurangnya SDA, namun melakukan sesuatu secara optimal dengan SDA yang ada.

4. Management yang baik, harus bekerja secara efektif dan efisien. Efektif berarti dapat mencapai tujuan yang kita harapkan, dengan perubahan seperti apapun yang sanggup kita penuhi. Efisien berarti memilih dari beberapa jalan yang telah terbukti dapat mencapai tujuan yang kita harapkan dengan modal minimum. Oleh karena itu, tidak mungkin kita bekerja efisien, sebelum kita bekerja efektif.

5. Management yang baik, sadar bahwa kita akan menjalani suatu proses. Bukan dengan revolusi, namun dengan evolusi yang membutuhkan tahapan yang perlahan. Sehingga kita dituntut untuk tetap stabil dalam menuju visi bersama.


Management yang baik, terwujud dari paradigma seorang pemimpin atau yang kita sebut pemimpin sebagai paradigma, juga berarti dia mengetahui tujuan dari apa yang sistem sedang jalani. Bukan orang yang pasrah dengan keadaan.

Memang kita selalu berbicara bahwa pemimpin bukanlah posisi. Namun apa fakta yang ada dilapangan? Benarkah kita dapat menjadi pemimpin secara sewenang-wenang? Lalu orang lain harus mendengarkan kita? Secara kasat mata kita bisa menyaksikan bahwa badan militer yaitu TNI, masih menjadi badan yang mampu menjaga konsistensi dan kedisiplinan anggotanya. Ini adalah fakta yang benar dan memiliki banyak bukti. Saya mencoba mencari tahu mengapa, dan penilaian saya pribadi adalah, mereka memiliki ketua dengan posisi yang sangat kuat dan wewenang yang terlihat sangat jelas berbeda.

Manusia sebagai makhluk sosial, sudah seharusnya berinteraksi dengan orang banyak. Pemimpin yang memberikan arahan teknis dan tuntutan juga dibutuhkan. Oleh karena itu, kita harus sangat jeli dalam menyerahkan posisi pemimpin kepada seseorang. Oleh karenanya, sangat banyak syarat yang biasa di ajukan untuk menempati pemimpin sebagai posisi yang biasa disebut ketua.

Syarat-syarat tersebut harus benar-benar diperhatikan, karena sebagai individu yang menjadikan pemimpin sebagai paradigma, seseorang yang menjadi ketua (posisi sebagai pemimpin) harus ditaati permintaan dan perintahnya setelah diberi penjelasan. Sebagai bawahan di posisinya, kita harus menghormati kebijakan yang diambil, tentunya setelah ada kejelasan dari ketua. Kita harus tahu, bagaimana menentukan orang yang layak menempati posisi ketua. Ini adalah sebuah implikasi logis bagi kita yang sepakat menjadikan pemimpin sebagai paradigma.

Seorang pemimpin, memang harus siap untuk dipimpin oleh orang yang memiliki wawasan lebih luas, kemampuan mendinamisasi yang lebih baik, hati yang bersih, lebih peduli dgn menyisakan banyak waktu untuk orang yang berada di bawah koordinasinya maupun masyarakat umum, serta profesional dalam menjalankan langkah-langkah menuju visi bersama.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Membangun Pribadi Negarawan : Mewujudkan Indonesia Yang Lebih Baik dan Bermartabat

Ditulis oleh rachmadani di/pada 1 April 2009

Di tengah kondisi Indonesia saat ini, dimana hampir seluruh lembaga nasional sibuk mempersiapkan pergantian posisi pimpinan Negara, hampir semua melupakan wujud dari kesatuan Negara kita. Mungkin memang kesatuan Negara selalu diucapkan dan dipaparkan saat kampanye maupun pembahasan yang ditujukan untuk rakyat. Mungkin memang benar, ketika calon presiden terpilih naik, maka ia akan melakukan yang terbaik untuk negaranya. Namun, Negara bukan hanya masalah siapa yang memimpin dan bagaimana kepemimpinannya. Negara adalah sebuah sistem kehidupan yang terdiri dari wilayah kekuasaan, pemerintahan dengan aturannya, serta masyarakatnya. Hal ini yang sudah sering dilupakan masyarakat Indonesia, bahwa suatu Negara tidak bisa berjalan jika komponen masyarakat tidak mendukung dan berjalan dengan baik. Dengan kesadaran yang tinggi atas kondisi ini, malahan oposisi dapat menghancurkan suatu masa pemerintahan dengan menghancurkan elemen Negara, baik masarakatnya ataupun wilayahnya. Dari segi oposisi yang ingin merusak masyarakat, dimana kelompok tersebut tidak suka dengan pemerintahan sekarang dan tidak berniat membangun Negara dengan status masyarakat, mulai menyebarkan berita yang tidak lengkap dan salah persepsi. Sebagai masyarakat yang pernah mendukung pihak lain ini, akan langsung mempercayai dan dapat memicu perpecahan masyarakat. Tidak ada keraguan dalam hati masyarakat untuk membela kelompoknya, karena sebagian masyarakat tidak mendahulukan untuk memeriksa kebenaran, serta masyarakat lebih mencintai kelompoknya dibandingkan negaranya.

Bila kita menarik pengamatan kita ke ruang lingkup yang lebih substantif, maka kondisi pemerintahan Indonesia yang berdiri atas azas demokrasi juga memiliki multi persepsi. Tidak semua elemen pemerintahan berniat untuk menciptakan pemerintahan yang stabil dan bermanfaat. Sebagian orang yang bekerja di pemerintahan mungkin merasa bahwa ia sudah menjadi sistem orang lain, sehingga ia tidak sepenuh hati menjalani tugasnya dengan professional. Ini digambarkan dengan kondisi pemerintah yang mudah bosan membahas Negara, dengan fakta di lapangan adalah mengantuk saat rapat dan banya celah diperaturan yang mereka buat sendiri. Dari kondisi ini, hal yang paling kita takutkan adalah orang yang tidak menerima pemerintahan sekarang, hanya memanfaatkan jabatan pemerintahannya untuk kepentingan kelompok dan pribadi. Misalnya mereka menjual lahan Negara kepada pihak asing untuk mendapatkan uang yang dimasukkan ke dalam saku pribadinya. Sekali lagi, hal ini membuktikan bahwa individu tersebut lebih mencintai dirinya sendiri dan kelompoknya, dibandingkan dengan rasa cinta kepada Negara.

Harus saya akui, Indonesia saat ini memiliki banyak politisi, ekonom, sosialis dan budayawan. Namun kondisi ini tidak didukung dengan moral negarawan. Secara pribadi, aktifitas saya di Keluarga Mahasiswa Islam Institut Teknologi Bandung (GAMAIS ITB) sebagai kepala divisi kaderisasi, memang harus mencapai keutuhan pribadi anggota dan pengurus aga mencapai pribadi muslim. Dengan terus mengejar mimpi untuk membangun karakter muslim, saya tetap menyempatkan untuk menyampaikan kondisi Indonesia saat ini. Kami dari tim kaderisasi selalu mencoba untuk meningkatkan kemampuan anggota dengan dialog tokoh, membedah buku, bahkan untuk sekedar makan bersama dalam suasana yang menggembirakan. Pola interaksi antara cewek dan cowok juga selalu kami jaga, hingga cukup banyak teman yang tertarik dan mulai bertanya-tanya untuk mendekatkan diri pada islam. Ruang lingkup organisasi saya memang di internal kampus, sehingga untuk aplikasi langsung kepada masyarakat masih kurang terlihat.

Dengan penuh kesadaran, saya memang membangun sistem kaderisasi dan mempererat ukhuwah antar anggota, namun kami bukan menciptakan manusia yang eksklusif. Bukan manusia yang tidak bisa menerima kondisi saat ini dan selalu mengharapkan revolusi. Bukan manusia yang hanya dapat bertahan dalam kondisi yang kondusif, bukan masyarakat yang selalu bekerja dalam kesendirian. Namun kami ingin membentuk masyarakat yang dapat bekerja sama dalam ranah kenegaraan serta mempengaruhi lingkungannya agar Indonesia bisa menjadi lebih baik. Untuk itu, kami ingin membentuk masyarakat yang memiliki kekayaan pemikiran dari berbagai referensi serta dapat mengeksplorasi pengetahuan yang mereka miliki. Masyarakat yang dapat menjelaskan pemikirannya melalui seluruh bagian yang inheren, akan tetapi juga tahan terhadap kritik dari luar. Bila kita pandang secara pragmatis, kepribadian masyarakat yang ingin kita bentuk adalah karakter pembelajar. Dalam proses pembelajaran, satu hal yang ingin saya pastikan adalah pembelajaran tidak memiliki akhir kecuali kita kehilangan nyawa.

Sampai saat ini, dalam mewujudkan masyarakat yang dapat bekerja sama dalam ranah kenegaraan serta mempengaruhi lingkungannya agar Indonesia bisa menjadi lebih baik, adalah menimbulkan kesadaran dalam diri teman-teman di GAMAIS FTSL, dengan memaparkan kondisi Negara saat ini beserta dengan latar belakangnya. Secara bersamaan mencoba memancing pemikiran kami untuk menerima fakta dan mengakui bahwa ada kesalahan. Namun saat ini kami memang belum merumuskan, langkah strategis dalam mewujudkan masyarakat yang dapat bekerja sama dalam ranah kenegaraan serta mempengaruhi lingkungannya agar Indonesia bisa menjadi lebih baik.


Sebuah bentuk pengabdian kepada masyarakat terdekat di lingkungan saya sekarang adalah dengan membangun badan organisasi masyarakat. Hal yang saya harapkan bukan menjadi konseptor baru, dalam artian, saya tidak ingin merusak sistem regional berupa RT dan RW. Namun, saya ingin membangun sebuah bentukan RT maupun RW yang mampu ‘mempekerjakan’ masyarakat di bidang politis. Masyarakat akan diarahkan untuk menjadi tokoh yang mencerdaskan tetangganya. Sehingga terbentuk rakyat yang mempelajari kondisi politik, bukan hanya menjadi budak politik. Saya menekankan pada politik, karena politik menyangkut keputusan di segala bidang masyarakat. Akan tetapi tidak melupakan bidang lain dalam berjalannya pemerintahan. Karena menurut saya, sistem yang sudah ada sangat layak untuk dijalankan, hanya bermasalah pada keberjalanannya.

Selain itu, saya mengusulkan hal ini karena memang mudah untuk membangun kesepakatan awal dengan RT dan RW setempat, namun pasti sangat sulit untuk menjalankan sistem yang baru dan tanpa aturan yang mengikat. Dalam forum ini, kita bisa membuat sistem pembangunan paradigma positif kepada rakyat, sehingga mereka juga memiliki pandangan mengenai usaha lain selain mengemis ataupun mengamen di tempat umum. Sehingga pembangunan paradigma mengenai kehidupan serta memberikan pencerdasan untuk membangun masyarakat negarawan. Tidak hanya menuntut tanpa dasar, namun juga memiliki wawasan global mengenai capaian pemerintah dan pengorbanan yang telah diperjuangkan. Dengan satu landasan yang sama, bahwa harapan kita adalah terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Pemimpin bukanlah posisi (dari fb saya)

Ditulis oleh rachmadani di/pada 31 Maret 2009

Memang kita selalu berbicara bahwa pemimpin bukanlah posisi. Namun apa fakta yang ada dilapangan? Benarkah kita dapat menjadi pemimpin secara sewenang-wenang? Lalu orang lain harus mendengarkan kita? Lalu jika ada 2 orang yang ingin menjadi pemimpin, kita harus mengadakan pertarungan terbuka??? Wah kalau banyak yang mau, bisa jadi battle royal tuh! (semoga Indonesia saat ini tidak seperti itu)

Secara kasat mata kita bisa menyaksikan bahwa badan militer (TNI, polisi masih gak ya??) yang saya maksud adalah TNI, masih menjadi badan yang mampu menjaga konsistensi dan kedisiplinan anggotanya. Ini adalah fakta yang benar dan memiliki banyak bukti. Saya mencoba mencari tahu mengapa, dan penilaian saya pribadi adalah, mereka memiliki ketua dengan posisi yang sangat kuat dan wewenang yang terlihat sangat jelas berbeda. Mereka memiliki ‘kasta’ antar pasukannya, dan memiliki batas yang jelas menggenai hak dan kewajiban masing-masing. Jelas ini menunjukkan, bahwa pemegang wewenang hanya sebagian kecil dari komunitas.

Secara nasional, kita juga dapat menyaksikan, bahwa keputusan dalam skala nasional tidak pernah dibahas bersama 200an juta jiwa. Hal ini menggambarkan bahwa posisi pemerintah sudah jauh darii rakyatnya. Apakah ini salah? Menurut saya tidak.

Saya sedikit pun tidak mengatakan bahwa hal itu salah, karena pemimpin sebagai posisi memang sudah sewajarnya ada. Manusia sebagai makhluk sosial, sudah seharusnya berinteraksi dengan orang banyak. (baca bagian :1) Pemimpin yang memberikan arahan teknis dan tuntutan juga dibutuhkan. Oleh karena itu, kita harus sangat jeli dalam menyerahkan posisi pemimpin kepada seseorang. Oleh karenanya, sangat banyak syarat yang biasa di ajukan untuk menempati pemimpin sebagai posisi yang biasa disebut ketua.

Syarat-syarat tersebut harus benar-benar diperhatikan, karena sebagai individu yang menjadikan pemimpin sebagai paradigma, seseorang yang menjadi ketua (posisi sebagai pemimpin) harus ditaati permintaan dan perintahnya setelah diberi penjelasan. Sebagai bawahan di posisinya, kita harus menghormati kebijakan yang diambil, tentunya setelah ada kejelasan dari ketua. KITA HARUS TAHU, BAGAIMANA MENENTUKAN ORANG YANG LAYAK MENEMPATI POSISI KETUA. Ini adalah sebuah implikasi logis bagi kita yang sepakat menjadikan pemimpin sebagai paradigma.

Seorang pemimpin dengan karakter yang sudah dijelaskan di bagian : 2, memang harus siap untuk dipimpin oleh orang yang memiliki wawasan lebih luas, kemampuan mendinamisasi yang lebih baik, hati yang bersih, lebih peduli dgn menyisakan banyak waktu untuk orang yang berada di bawah koordinasinya maupun masyarakat umum, serta profesional dalam menjalankan langkah-langkah menuju visi bersama.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

PANDUAN PINDAH MEMILIH

Ditulis oleh rachmadani di/pada 31 Maret 2009

(Berdasar pada Peraturan KPU No.10 tahun 2008 tentang Pemutakhiran Data Pemilih untuk pemilu 2009. Pasal 31-34)

Bagi pemilih yang akan memilih di kota lain harap mengurus hal-hal sebagai berikut;

1. Mengurus Surat Pindah Memilih (Model A5) yang disediakan oleh PPS Asal, di tingkat kelurahan. Ada dua rangkap Model A5, satu rangkap buat Pemilih yang akan memilih di daerah lain dan satu rangkap sebagai arsip di PPS Asal,

2. Pengurusan Surat Pindah Memilih (Model A5) di daerah asal (PPS Asal) dapat diwakilkan kepada family atau saudaranya, dengan melaporkan data tempat akan memilih di Kota Bandung yaitu TPS, Kelurahan, Kecamatan & Provinsi,(untuk mempercepat pengurusan segera kirim via SMS),

3. Pengurusan paling lambat 3 (tiga) hari sebelum pencoblosan,

4. Surat Pindah Memilih (Model A5), harus segera dikirimkan ke pemilh yang akan menggunakan hak pilihnya di kota setempat,

5. Setelah mendapatkan kiriman Surat Pindah Model A5, segera melapor ke PPS di Kota setempat.

6. Pada prinsipnya setelah mendapat Surat Pindah Model A5, maka pemilih berhak untuk memilih di TPS tempat tinggal di Kota Bandung.

Catatan: Pada praktiknya hingga saat ini di Kota Bandung, ada beberapa PPS yang memperbolehkan adanya penambahan data pemilih (DPTB) hanya dengan menunjukkan KTP tanpa mengurusSurat Pindah. Silahkan untuk dicoba terlebih dahulu, untuk lebih amannya mengikuti proses di atas.

Terima Kasih

Info lebih Lanjut hub: Agus Tri K : 022-7095-8152 / 0813-950-50028

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Sebuah kebangkitan kebutuhan

Ditulis oleh rachmadani di/pada 21 Maret 2009

Dengan semua kemajuan zaman, maka kita akan dituntut untuk selalu meningkatkan kapasitas diri kita. Kita sebagai makhluk hidup harus melawan dimensi terkuat yang tidak pernah dapat dihentikan, yaitu waktu.

Setiap langkah kita, kini semakin berharga, karena kita sudah memiliki kemampuan awal. Kita memiliki kesadaran atas kekurangan yang dilihat dari fakta di lapangan, kita dapat mengevaluasi diri kita dengan tingkat kesadaran kita. Maka sudah seharusnya kita melakukan sebuah perubahan yang nyata!

Sudahkan antum menjalankan yang wajib? Memperbanyak sunnah? Mengurangi mubah? Menjauhi makruh? Meninggalkan yang haram? Jika belum, maka mulailah…

- Laksanakan shalat wajib tepat waktu, karena Allah mencintai hambanya yang mencintai Allah

- Perbaikilah bacaan Al Quran, perbanyaklah memacanya

- Berdoalah pada pagi dan petang

- kurangilah tertawa terbahak-bahak

- Rawatlah diri sebagai titipan Allah

- Nasihatilah oranglain dalam kebaikan dan kesabaran

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Membangun Pribadi Negarawan

Ditulis oleh rachmadani di/pada 21 Maret 2009

Di tengah kondisi Indonesia saat ini, dimana hampir seluruh lembaga nasional sibuk mempersiapkan pergantian posisi pimpinan Negara, hampir semua melupakan wujud dari kesatuan Negara kita. Mungkin memang kesatuan Negara selalu diucapkan dan dipaparkan saat kampanye maupun pembahasan yang ditujukan untuk rakyat. Mungkin memang benar, ketika calon presiden terpilih naik, maka ia akan melakukan yang terbaik untuk negaranya. Namun, Negara bukan hanya masalah siapa yang memimpin dan bagaimana kepemimpinannya. Negara adalah sebuah sistem kehidupan yang terdiri dari wilayah kekuasaan, pemerintahan dengan aturannya, serta masyarakatnya. Hal ini yang sudah sering dilupakan masyarakat Indonesia, bahwa suatu Negara tidak bisa berjalan jika komponen masyarakat tidak mendukung dan berjalan dengan baik. Dengan kesadaran yang tinggi atas kondisi ini, malahan oposisi dapat menghancurkan suatu masa pemerintahan dengan menghancurkan elemen Negara, baik masarakatnya ataupun wilayahnya. Dari segi oposisi yang ingin merusak masyarakat, dimana kelompok tersebut tidak suka dengan pemerintahan sekarang dan tidak berniat membangun Negara dengan status masyarakat, mulai menyebarkan berita yang tidak lengkap dan salah persepsi. Sebagai masyarakat yang pernah mendukung pihak lain ini, akan langsung mempercayai dan dapat memicu perpecahan masyarakat. Tidak ada keraguan dalam hati masyarakat untuk membela kelompoknya, karena sebagian masyarakat tidak mendahulukan untuk memeriksa kebenaran, serta masyarakat lebih mencintai kelompoknya dibandingkan negaranya.

Bila kita menarik pengamatan kita ke ruang lingkup yang lebih substantif, maka kondisi pemerintahan Indonesia yang berdiri atas azas demokrasi juga memiliki multi persepsi. Tidak semua elemen pemerintahan berniat untuk menciptakan pemerintahan yang stabil dan bermanfaat. Sebagian orang yang bekerja di pemerintahan mungkin merasa bahwa ia sudah menjadi sistem orang lain, sehingga ia tidak sepenuh hati menjalani tugasnya dengan professional. Ini digambarkan dengan kondisi pemerintah yang mudah bosan membahas Negara, dengan fakta di lapangan adalah mengantuk saat rapat dan banya celah diperaturan yang mereka buat sendiri. Dari kondisi ini, hal yang paling kita takutkan adalah orang yang tidak menerima pemerintahan sekarang, hanya memanfaatkan jabatan pemerintahannya untuk kepentingan kelompok dan pribadi. Misalnya mereka menjual lahan Negara kepada pihak asing untuk mendapatkan uang yang dimasukkan ke dalam saku pribadinya. Sekali lagi, hal ini membuktikan bahwa individu tersebut lebih mencintai dirinya sendiri dan kelompoknya, dibandingkan dengan rasa cinta kepada Negara.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Muslimah Goes to Entrepreneur

Ditulis oleh rachmadani di/pada 4 Februari 2009

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kami, dari Keluarga Mahasiswa Muslim Sipil ( KMMS-ITB ), mengajak segenap

teman-teman muslimah ITB semua untuk mengikuti Seminar dan Bedah Buku dengan tajuk “MUSLIMAH GOES TO ENTREPRENEUR”.

Acara ini akan bertema entrepreneurship dengan isi seminar, bedah buku “Muslimah Goes to CEO”, dan sharing2 dengan pengusaha perempuan yang telah sukses.
Tentunya dengan pemateri yang berkompetensi.

InsyaAllah akan diadakan :

Tanggal : Sabtu, 7 Februari 2009

Waktu : pukul 08.00-12.00 WIB

Tempat : CC Barat Kampus ITB ruang 26

Pembicara,

1. Betty Y. Sundari (penulis buku “Muslimah Goes to CEO”)

2. Nurhayati Subakat (pemilik Wardah Kosmetik)

3. Feny Mustafa (pemilik Shafira)

dengan harga tiket (investasi) seharga Rp20.000,- saja, teman-teman akan mendapat :

1) Buku “Muslimah Goes to CEO”

2) Sertifikat

3) Snack

Nah, tiket ini bisa dibeli langsung di stand kami di Gerbang Ganesha, atau bisa

reservasi dengan menghubungi :

Sari Sipil06 ( 081572032917 ), atau

Rahmi Sipil06 ( 085294593241 )

Sekali lagi, kami mengajak teman-teman semua mengikuti acara ini. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua nantinya untuk menambah wawasan kewirausahaan dan memberi motivasi lebih untuk berusaha. Terimakasih.

Wassalamu’alaikum

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »