Cerita Hidupku
Saya, Rachmadani Firmansyah, adalah seorang putra yang dilahirkan pada tanggal 19 Mei 1990 pukul 23.00 di Jakarta. Hari yang berbahagia itu jatuh pada hari Sabtu. Tepatnya, saya dilahirkan di Rumah Sakit Pondok Indah. Saya lahir dengan berat 3500 gram dan tinggi 50 cm. Saya lahir dalam keadaan sempurna dan sehat. Pemuda dengan golongan darah O ini, memulai hidupnya dengan kondisi orang tua yang sangat mencukupi, dan dalam keluarga yang penuh dengan kasih sayang. Ibu saya , Refini, sebagai anak terakhir dari nenek memang mendapat perhatian lebih. Buktinya, saat itu saya masih menetap di Ciputat, akan tetapi saya dilahirkan di Pondok Indah agar nenek bisa merawat ibu saya. Betapa indahnya kasih sayang seorang ibu. Ayah saya, Irdham, juga tidak kalah hebatnya. Dengan kerja keras dan seluruh pengorbanannya, mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Dengan sebuah mimpi, saya terlahir untuk dapat menjadi anak yang soleh, berbakti pada orang tua, dan bermanfaat bagi kebaikan di dunia ini.
Senang rasanya mengingat masa kanak-kanak kita. Seluruh perhatian, tertumpah dalam segala sentuhan kasih sayang dari orang-orang terdekat kita. Sekalipun kita menangis, kita berteriak dan memberontak, orang disekitar kita akan menemani kita dengan tersenyum. Begitulah, jika kita memiliki kesucian hati dalam setiap tindakan kita. Sangat banyak cerita menarik yang diceritakan orang tuaku. Hingga sampai saatnya saya benar sadar bahwa semua itu adalah pendidikan yang tidak terbayarkan. Bagaimana besarnya hati dalam menghadapi masalah, kuatnya tekad dalam segala tekanan, dan luar biasanya kekuatan cinta. Semua itu adalah dasar yang sangat kuat untuk menjalani kehidupan. Tidak lupa tentunya, nilai–nilai agama Islam yang ditanamkan, baik dengan materi ataupun tingkah laku. Ayahku juga sering membawaku jalan-jalan ke luar kota, dan tanpa disadari menjadi sebuah landasan Iman dan Islam di dasar hati, dengan semakin banyak kita melihat kebesaran Allah.
Keluarga saya, termasuk yang paling sering bermain ke tempat nenek dari ibu saya. Karena nenek dan kakek dari ayah saya sudah meninggal sebelum saya lahir. Kakek saya, adalah orang yang memiliki agenda harian yang sangat baik. Yah, mungkin karena beliau mantan direktur BNI. Beliau juga mengisikan buku teka teki silang tiap harinya. Tidak hanya itu, walaupun sudah mencapai usia yang cukup tua, kakek tetap rutin membaca Al-Quran. Saya pun belajar banyak mengenai islam dari beliau. Sedangkan nenek saya, adalah nenek yang penuh semangat. Ia sering pergi ke pasar tiap paginya, bertemu dengan tetangga, dan sering sekali merawat saya.
Walaupun begitu, saya masih tinggal di Ciputat. Saat masuk ke jenjang pendidikan, saya duduk di kelas 0 besar. Tidak banyak yang saya ingat di TK Nurul Huda. Mungkin karena memiliki keluarga yang sangat mencintai saya, sekali lagi secara tidak sadar mungkin saya menutup dari dari lingkungan luar. Hingga akhirnya, keluarga saya menjadi sempurna saat lahirnya adik saya, Irandre Tridharmansyah. Namun begitu, tidak mengurangi kasih sayang dari orang sekitar sedikitpun.
Saya pindah ke tempat nenek saya saat kakek saya meninggal. Entah kenapa, di hari kepulangan beliau, saya tidak bisa menangisi kepergiannya, padahal saya sangat mengagumi dan mencintai beliau. Saat itu, saya telah menginjak usia 7 tahun. Saya melanjutkan pendidikan dasar di SDN Cilandak Barat 04 pagi saat kelas 2 SD, setelah sebelumnya masuk di SD Waskito. Banyak perubahan yang terjadi di rumah itu. Saya mulai belajar tinggal di tempat yang luas, bertemu dengan teman baru, dan dengan sistem pergaulan yang baru pula. Cukup banyak kegiatan yang saya ikuti sewaktu berada di sekolah dasar. Diantaranya dokter kecil, pramuka, marching band, dan lomba mata kuliah. Betapa singkatnya hidup ini, hanya meraih beberapa kemampuan, saya sudah harus meninggalkan sekolah itu. Namun, saya harus tetap berbangga, karena bisa meninggalkan SD dengan nilai GT –General Test- tertinggi di sekolah tersebut.
Selanjutnya, sesuai dengan arahan dari orang tua, saya memilih SMP 85 Pondok Labu sebagai wadah pendidikan saya selanjutnya. Walaupun saat ini saya pergi ke sekolah naik bus kota, namun satu hal yang tidak pernah berubah, yaitu rasa sayang dan cinta dari orang-orang terdekat.



rhomiezf berkata
Assalamu’alaykum.,
salam knal.,
http://www.rhomiezf.wordpress.com