Mulai Membenahi Diri

Merupakan sebuah dasar dari setiap proses perbaikan, perubahan, dan pembinaan sosial, agar kita memulai dengan memperbaiki diri. Karena individu merupakan sebuah fondasi bangunan, yang harus menopang bangunan sehingga memenuhi aspek keselamatan, begitu pun kita tidak bisa berharap keselamatan jika fondasi bangunan tersebut keropos dan rapuh. Membentuk pribadi muslim yang benar, serta proses pendidikan harus diberi prioritas atas usaha-usaha yang lain. Sesungguhnya pembinaan manusia secara individual merupakan tugas utama para nabi Allah, tugas para khilafah pengganti nabi, dan para pewaris setelah mereka.

Hal pertama yang harus kita bina adalah iman, yakni menanamkan aqidah yang benar dan meluruskan pandangannya terhadap dunia, manusia, kehidupan, dan penciptanya. Iman akan memberikan jawaban memuaskan bagi manusia terhadap pertanyaan-pertanyaan besar berkaitan dengan perjalanan hidup manusia. Selamanya, iman merupakan pembawa keselamatan. Dengan iman kita dapat mengubah jati diri manusia, dan memperbaiki batinnya. Manusia harus digerakkan melalui akal dan hatinya. Ia harus diberi kepuasan sehingga dapat merasakan kepuasan itu. Ia harus diberi petunjuk agar dapat meniti jalan yang lurus. Ia harus digembirakan dan diberi peringatan. Imanlah yang menggerakkan dan mengarahkan manusia, serta melahirkan berbagai kekuatan yang dahsyat pada dirinya.

Selama tiga belas tahun di Mekkah, seluruh perhatian dan kerja-kerja Nabi saw., ditumpukan pada pembinaan generasi pertama berdasarkan keimanan. Kerja yang dilakukan adalah membina manusia, mendidik dan membentuk mereka, agar mereka dapat menjadi pendidik di dunia ini setelah kepergian baginda rasul. Maka apabila kita hendak melakukan perbaikan, kita harus memulainya dengan tepat, yaitu membina manusia dengan pembinaan yang hakiki dan bukan hanya dalam bentuk luarnya saja. Kita harus membina akal, ruh, tubuh, perilaku, kedisiplinan, kemasyarakatan dan dunia politiknya. Sebagaimana dalam surat al Isra : 106, kita harus mempersiapkan agama dan dunianya secara bersama-sama agar ia menjadi manusia yang baik, dan dapat mempengaruhi orang untuk berbuat baik, sehingga ia terhindar dari kerugian dunia dan akhirat.

Usaha itu tidak dapat dilakukan dengan baik kecuali melalui pandangan yang menyeluruh terhadap wujud ini, dengan filsafat hidup yang jelas, proyek peradaban yang sempurna, yang dipercayai oleh umat. Sehingga ia mendidik anak lelaki dan perempuannya dengan penuh keyakinan, bekerja sesuai dengan hukum yang telah ditentukan, dan bekerja pada jalur yang telah digariskan. Bagaimanapun, semua institusi yang ada di dalam umat harus melakukan kerja sama yang baik, sehingga tidak ada satu perangkat yang dibangun dan pada saat yang sama perangkat lainnya dihancurkan.

This entry was posted in HIDUP. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s